Bahkan, dalam keluarga Tionghoa, anak-anak sering kali diajarkan keterampilan berdagang sejak kecil agar mereka memahami pentingnya mencari penghasilan tambahan.
5. Menghindari Hutang Konsumtif dan Mengelola Utang dengan Bijak
Orang Tionghoa sangat berhati-hati dalam berutang.
Mereka menghindari hutang konsumtif seperti membeli barang mewah dengan kartu kredit atau pinjaman tanpa perhitungan matang.
Jika harus berutang, mereka memastikan bahwa utang tersebut digunakan untuk hal produktif, seperti investasi atau modal usaha.
Selain itu, mereka memiliki prinsip untuk melunasi utang secepat mungkin agar tidak terbebani bunga yang tinggi.
Dengan begitu, mereka bisa mempertahankan kestabilan keuangan tanpa terjebak dalam lingkaran hutang.
Kebiasaan finansial orang Tionghoa mencerminkan prinsip hidup yang disiplin, hemat, dan berpikir jangka panjang.
Dengan menerapkan gaya hidup sederhana, menabung, berinvestasi, berwirausaha, dan mengelola utang dengan bijak, mereka mampu membangun kestabilan ekonomi yang kuat.
Prinsip ini bisa menjadi inspirasi bagi siapa saja yang ingin mencapai kebebasan finansial.