Warga Protes, Pekerja Wanita Ukur Jalan Sambil Naik Motor, Begini Kata Kadis PUPR Banyuasin!

Dua wanita yang tertangkap kamera warga mengukur jalan diatas motor--
KORANHARIANBANYUASIN.ID - Dua pekerja proyek trotoar di Pangkalan Balai, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, menjadi sorotan warga.
Pasalnya, mereka melakukan pengukuran jalan menggunakan alat ukur jarak sambil mengendarai sepeda motor. Cara ini dianggap tidak profesional dan dikhawatirkan menghasilkan data yang tidak akurat.
Seorang warga setempat, Armadi, menyatakan keprihatinannya terhadap metode kerja tersebut.
BACA JUGA:Warga Kecamatan Talang Kelapa Dapat Bantuan Kursi Roda
"Setahu saya, alat pengukur jalan itu harus digunakan dengan berjalan kaki supaya hasilnya lebih akurat. Kalau dilakukan sambil mengendarai sepeda motor, saya rasa hasilnya tidak akan maksimal," ujar Armadi, Sabtu 30 November 2024.
Tidak hanya itu, warga juga menilai kedua pekerja yang merupakan wanita tersebut kurang serius dalam bekerja. Mereka terlihat menggunakan masker, yang diduga untuk menghindari paparan sinar matahari agar kulit tidak menghitam.
Namun, Kepala Dinas PUPR Banyuasin, Ir. Apriansyah, ST, MM, memberikan klarifikasi terkait hal tersebut. Menurutnya, pekerja tersebut berasal dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional, dan metode pengukuran sambil mengendarai sepeda motor diperbolehkan dalam proyek seperti ini.
BACA JUGA:Timnas Indonesia Siap Tampil di ASEAN Mitsubishi Electric Cup 2024
"Pengukuran menggunakan sepeda motor itu tidak melanggar aturan. Metode ini juga sering digunakan pada kondisi tertentu untuk mempercepat proses pengerjaan," jelas Apriansyah.