Sudan Selatan, Negara Termuda di Dunia yang Kaya Akan Sumber Daya Alam

Sudan Selatan menjadi negara termuda di dunia memproklamasikan kemerdekaannya pada 9 Juli 2011.--Foto wikipedia
BACA JUGA:7 Hewan Termahal di Dunia yang Bikin Tercengang, Harganya Mencapai Rp 1 Triliun !
Perang saudara kedua berakhir dengan ditandatanganinya Perjanjian Perdamaian Komprehensif (Comprehensive Peace Agreement) pada tahun 2005.
Perjanjian ini memberikan hak otonomi kepada Sudan Selatan dan mengatur referendum kemerdekaan yang dilaksanakan pada Januari 2011.
Dalam referendum tersebut, lebih dari 98% penduduk Sudan Selatan memilih untuk merdeka dari Sudan, dan pada 9 Juli 2011, negara ini secara resmi berdiri sebagai republik merdeka.
Geografi dan Demografi
Sudan Selatan terletak di Afrika Timur Laut, berbatasan dengan Sudan di utara, Ethiopia di timur, Kenya di tenggara, Uganda di selatan, Republik Demokratik Kongo di barat daya, dan Republik Afrika Tengah di barat.
Negara ini memiliki luas wilayah sekitar 619.745 km², menjadikannya salah satu negara terbesar di Afrika.
Sudan Selatan memiliki populasi sekitar 12 juta jiwa, yang terdiri dari berbagai suku, termasuk suku Dinka dan Nuer sebagai kelompok etnis terbesar.
Meskipun kaya akan keanekaragaman budaya, Sudan Selatan juga menghadapi tantangan akibat konflik antar-suku yang sering terjadi.
Sumber Daya Alam dan Ekonomi
Sudan Selatan memiliki cadangan minyak bumi yang signifikan, yang menjadi tulang punggung ekonominya.
Namun, karena negara ini terkurung daratan, minyak mentah harus diekspor melalui jalur pipa yang melewati Sudan utara, yang sering kali menimbulkan ketegangan politik.
Selain minyak, Sudan Selatan memiliki potensi besar dalam sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan, meskipun banyak wilayahnya belum terkelola secara optimal.
Tantangan dan Harapan
Meskipun meraih kemerdekaan, Sudan Selatan menghadapi berbagai tantangan besar, termasuk konflik internal, krisis ekonomi, dan keterbatasan infrastruktur.