Mengenal Sendawa, Apakah Benar Tanda Masuk Angin?

Ilustrasi--
BACA JUGA:Rahasia Maksimalkan Manfaat Likopen, Begini Cara Tepat Mengolah Tomat
Sendawa bukan hanya karena udara yang tertelan, tetapi bisa juga disebabkan oleh beberapa hal berikut:
- Konsumsi Makanan dan Minuman Tertentu
Makanan berminyak, pedas, atau minuman berkarbonasi sering memicu sendawa karena meningkatkan produksi gas di perut.
- Makan Terburu-buru
Makan terlalu cepat menyebabkan lebih banyak udara tertelan, yang kemudian dikeluarkan melalui sendawa.
- Refluks Asam Lambung (GERD)
Kondisi ini menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan, sehingga memicu perasaan penuh gas dan keinginan untuk bersendawa.
- Kebiasaan Buruk Sehari-hari
Merokok, mengunyah permen karet, atau minum dengan sedotan juga menyebabkan udara tertelan dalam jumlah besar.
Hubungan Sendawa dengan Masuk Angin
Dalam budaya Indonesia, masuk angin sering digunakan untuk menggambarkan kondisi tidak nyaman seperti perut kembung, mual, lemas, dan sering bersendawa.
Meskipun "masuk angin" tidak diakui secara medis, kondisi ini kerap dikaitkan dengan akumulasi gas di saluran pencernaan.
Beberapa alasan mengapa sendawa dianggap tanda masuk angin adalah:
- Perut Kembung