KORANHARIANBANYUASIN.ID - Gigitan anjing tidak boleh dianggap remeh, terutama jika hewan tersebut belum divaksinasi rabies.
Rabies adalah penyakit mematikan yang menyerang sistem saraf dan bisa menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan cepat.
Oleh karena itu, memahami bahaya rabies dan cara penanganannya sangat penting untuk mencegah risiko fatal.
BACA JUGA:Kucing Anda Terinfeksi Jamur? Begini Langkah Penanganannya
BACA JUGA:Kenapa Kucing Terobsesi dengan Catnip? Ini Jawaban Ilmiahnya
Bahaya Rabies dan Cara Penularannya
Rabies adalah penyakit yang disebabkan oleh virus rabies dan dapat ditularkan melalui gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi.
Virus ini menyerang sistem saraf pusat dan dapat menyebabkan peradangan otak yang fatal.
BACA JUGA:Mengapa Kotoran Kucing Berbahaya untuk Tanaman? Ini Alasannya!
BACA JUGA:Keajaiban Kumis Kucing, Melawan Infeksi hingga Menjaga Imun
Hewan yang paling sering menjadi sumber penularan rabies adalah anjing, tetapi kucing, kelelawar, dan monyet juga dapat menularkan virus ini.
Penularan terjadi ketika air liur hewan yang terinfeksi masuk ke dalam tubuh manusia melalui luka gigitan atau cakaran.
Setelah masuk ke dalam tubuh, virus rabies menyebar melalui saraf menuju otak, yang kemudian menyebabkan gejala serius hingga kematian.
BACA JUGA:6 Fakta Menarik Seputar Kucing yang Mungkin Belum Banyak Diketahui
BACA JUGA: 10 Jenis Kucing yang Tidak Disarankan untuk Jadi Hewan Peliharaan!
Gejala Rabies yang Harus Diwaspadai
Gejala rabies biasanya muncul dalam 1-3 bulan setelah gigitan, tetapi bisa juga lebih cepat atau lebih lambat, tergantung pada lokasi gigitan dan sistem kekebalan tubuh seseorang.