BACA JUGA:Bau Mulut Tak Kunjung Hilang? Coba Rebusan Daun Beluntas!
Selain itu, paparan debu, cuaca kering, atau sering mencuci kaki tanpa pelembap juga dapat mempercepat kulit menjadi pecah-pecah.
Risiko dan Bahaya Kaki Pecah-Pecah
Jika tidak ditangani, kaki pecah-pecah dapat memicu berbagai masalah, di antaranya:
1. Infeksi Kulit
Retakan pada kulit menjadi pintu masuk bagi bakteri dan jamur.
Infeksi dapat menyebabkan kemerahan, bengkak, hingga keluarnya nanah.
2. Rasa Nyeri dan Ketidaknyamanan
Kulit yang pecah dalam dapat menyebabkan rasa nyeri saat berjalan atau berdiri, mengganggu aktivitas sehari-hari.
3. Komplikasi pada Penderita Diabetes
Bagi penderita diabetes, kaki pecah-pecah lebih berbahaya karena luka kecil bisa sulit sembuh dan berisiko menjadi ulkus kaki diabetik.
4. Perdarahan
Jika retakan terlalu dalam, kulit bisa berdarah dan meningkatkan risiko peradangan.
Cara Mengatasi Kaki Pecah-Pecah
Perawatan kaki pecah-pecah memerlukan langkah rutin dan konsisten, seperti:
- Rendam kaki dengan air hangat selama 10-15 menit untuk melembutkan kulit.
- Gunakan batu apung atau alat khusus untuk mengelupas kulit mati secara lembut.
- Oleskan pelembap khusus kaki yang mengandung urea, gliserin, atau petroleum jelly.
- Gunakan kaus kaki katun saat tidur untuk menjaga kelembapan kulit kaki.
- Hindari alas kaki terbuka terlalu sering, terutama di lingkungan berdebu atau kering.