Pemprov Sumsel Tuntut Percepatan Perbaikan Jembatan Muara Lawai
--Foto humaspemprovsumsel
KORANHARIANBANYUASIN.ID - Jembatan Muara Lawai di Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, yang ambruk akibat aktivitas angkutan batubara hingga kini belum juga diperbaiki.
Kondisi ini mendorong Pemprov Sumsel mengambil langkah tegas dengan memanggil seluruh pihak terkait untuk mempercepat pembangunan kembali jembatan tersebut.
Gubernur Sumsel, Herman Deru melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Sumsel, Apriyadi, menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin lagi “diprank” dengan janji-janji tanpa realisasi.
BACA JUGA:Lomba Kreativitas SMK se- Sumsel Jadi Wadah Pembentukan Generasi Berani Berkompetisi
BACA JUGA:Samantha Tivani Resmi Pimpin KORMI Sumsel 2025–2029
“Kita panggil pihak-pihak terkait, jangan sampai pemerintah di-prank,” kata Apriyadi usai Rapat Percepatan Pembangunan Jembatan Muara Lawai di Kantor Gubernur Sumsel, Kamis (27/11/2025).
Dalam rapat tersebut disepakati bahwa pembangunan kembali jembatan membutuhkan anggaran sekitar Rp20 hingga Rp23 miliar.
Meski dana belum terkumpul penuh, para pengusaha angkutan batubara dan pihak terkait menyatakan kesediaannya untuk membuka rekening bersama di Bank Sumsel Babel.
BACA JUGA:Sekda Sumsel Buka Workshop AI, Dorong Birokrasi Sumsel Makin Adaptif dan Inovatif
BACA JUGA:Audiensi Direksi Sampoerna Agro, Bahas Ketenagakerjaan dan Kondusifitas Wilayah
“Besok disepakati rekening bersama dibuka di Bank Sumsel Babel. Dipilih bank daerah supaya Pemerintah Provinsi Sumsel dapat memantau dana yang masuk secara transparan,” ujarnya.
Untuk menjamin transparansi, para pihak juga menunjuk konsultan Manajemen Konstruksi (MK).
Proses penghitungan desain dan kebutuhan biaya akan segera dimulai.
BACA JUGA:Herman Deru Tegaskan Pentingnya Integrasi Hulu–Hilir untuk Perkuat Ketahanan Pangan Sumsel