Cegah Pangan Berbahaya! Tim Kesehatan Banyuasin Uji Sampel Makanan, Hasilnya!

Tim Kesehatan dari Puskesmas Pangkalan Balai saat mengecek sample makanan di Pasar Pangkalan Balai--
KORANHARIANBANYUASIN.ID – Dalam rangka melindungi kesehatan masyarakat dari kemungkinan beredarnya pangan yang tidak memenuhi persyaratan keamanan dan mutu, khususnya menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) Puasa-Idul Fitri 2025, Pemerintah Kabupaten Banyuasin melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Banyuasin melakukan pengawasan pangan terhadap bahan berbahaya.
Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan bahwa produk makanan yang beredar di pasaran aman dikonsumsi oleh masyarakat.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah pemeriksaan bahan pangan yang sering dikonsumsi saat bulan Ramadan, seperti cincau, bubur mutiara, kolang-kaling, dan tahu.
Tim Kesehatan Lingkungan Puskesmas Pangkalan Balai bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuasin turun langsung ke pasar-pasar dan pusat perbelanjaan untuk mengambil sampel pangan yang berpotensi mengandung zat berbahaya seperti formalin, boraks, dan rhodamin B.
BACA JUGA:Kadis Perpustakaan dan Arsip Banyuasin Ditahan Kejari, Ini Kasus yang Menjeratnya
Kepala Puskesmas Pangkalan Balai, dr. Nilawati MKM, menjelaskan bahwa timnya telah mengambil sejumlah sampel makanan untuk diuji kandungannya.
“Kami telah mengambil sampel dari beberapa jenis makanan yang sering dikonsumsi masyarakat, seperti cincau, bubur mutiara, kolang-kaling, dan tahu. Setelah dilakukan pengujian, hasilnya menunjukkan bahwa tidak ditemukan kandungan bahan berbahaya dalam pangan tersebut,” ujarnya.
Dr. Nilawati juga menekankan pentingnya pengawasan rutin terhadap pangan yang beredar di pasar.
“Kami akan terus melakukan pemantauan untuk memastikan keamanan pangan bagi masyarakat, terutama menjelang bulan Ramadan dan Idul Fitri di mana konsumsi makanan meningkat,” tambahnya.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk lebih cermat dalam memilih makanan yang akan dikonsumsi.
“Jika menemukan makanan dengan warna mencolok yang mencurigakan atau memiliki tekstur yang tidak biasa, sebaiknya dihindari. Masyarakat juga bisa melaporkan ke pihak berwenang jika menemukan dugaan penggunaan bahan berbahaya dalam makanan,” lanjutnya.
BACA JUGA:Lezat dan Pedas! Resep Ayam Woku yang Cocok untuk Menu Berbuka Puasa
Pemerintah Kabupaten Banyuasin melalui Diskoperindag menyatakan komitmennya dalam menjaga keamanan pangan di wilayahnya.
Kepala Diskoperindag Banyuasin Alpian mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengawasan berkala, terutama menjelang momen-momen penting seperti bulan puasa dan Idul Fitri.