Tanggul Jebol, Pemkab Banyuasin Panggil PT BCM: Tanggung Jawab dan Evaluasi Ditekankan

Bupati Banyuasin, Askolani saat memimpin rapat terkait jebolnya tanggul milik PT BCM.--
KORANHARIANBANYUASIN.ID - Jebolnya tanggul tambang batu bara milik PT Basin Coal Mining (BCM) di Desa Paldas, Kecamatan Rantau Bayur, memicu langkah cepat Pemerintah Kabupaten Banyuasin.
Pemkab menggelar rapat darurat dengan pihak perusahaan guna mencari solusi dan memastikan kejadian serupa tidak terulang.
Rapat tersebut dipimpin oleh Sekretaris Daerah Banyuasin, Erwin Ibrahim, dan dihadiri oleh Bupati Banyuasin, Askolani, serta jajaran pejabat daerah, camat, kepala desa, dan perwakilan PT. BCM.
BACA JUGA:Pemudik Diminta Isi Penuh Bensin Sebelum Melintasi Tol Musi Landas-Pulau Rimau
BACA JUGA:RSUD Banyuasin Klarifikasi Soal Isu Pasien Ditolak: Pasien Sudah Ditangani Sesuai Prosedur
Dalam pertemuan itu, Agus, perwakilan PT BCM, menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi dan berjanji untuk segera melakukan evaluasi serta perbaikan tanggul.
"Kami sudah berupaya mengantisipasi, namun debit air kali ini melampaui prediksi akibat curah hujan tinggi. Kami akan segera membangun kembali tanggul yang jebol secepat mungkin," ujar Agus.
Namun, Bupati Banyuasin menegaskan bahwa kejadian ini mencerminkan lemahnya koordinasi perusahaan dengan pemerintah daerah.
BACA JUGA:Pidsus Kejari Banyuasin Dalami Dugaan Korupsi Retribusi Parkir
"Kami tidak pernah menerima komunikasi atau itikad baik dari perusahaan sebelumnya. Sekarang, kami minta transparansi terkait eksploitasi, produksi, serta penyelesaian dokumen perusahaan. Ini bukan hanya masalah bisnis, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat," tegas Bupati.
Ia juga menekankan bahwa peristiwa ini mencerminkan kelemahan dalam kajian Amdal yang bisa berdampak pada masyarakat sekitar.
Pemkab siap membantu, tetapi perusahaan harus lebih peduli terhadap lingkungan dan masyarakat terdampak.
BACA JUGA:Hari Ini Tol Palembang-Betung Mulai Difungsionalkan, Catat Jam Operasionalnya