Waspada! Kelebihan Gula Saat Hamil Tingkatkan Risiko Anak Lahir Prematur dan Berkebutuhan Khusus

--
KORANHARIANBANYUASIN.ID - Konsumsi gula yang berlebihan tidak hanya berdampak pada kesehatan ibu hamil, tetapi juga berpengaruh besar terhadap perkembangan janin.
Salah satu risiko yang cukup mengkhawatirkan adalah kelahiran prematur, yakni kondisi bayi lahir sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu.
Kelahiran prematur ini berpotensi meningkatkan risiko anak mengalami disabilitas, baik secara fisik maupun kognitif.
BACA JUGA:Ingin Berat Janin Ideal? Konsumsi 10 Makanan Ini Selama Kehamilan
BACA JUGA:Waspada! Penggunaan Kamper Bisa Beresiko pada Ibu Hamil dan Janin
Menurut sejumlah studi kesehatan, ibu hamil yang mengonsumsi gula dalam jumlah tinggi—terutama dari minuman manis dan makanan olahan—lebih berisiko mengalami peradangan dan gangguan metabolik.
Kedua kondisi ini dapat memicu kontraksi dini pada rahim yang menyebabkan persalinan prematur.
Gula yang berlebihan juga dapat meningkatkan kadar insulin secara tajam, yang kemudian berdampak negatif pada kestabilan hormon selama kehamilan.
BACA JUGA:Meningkatkan Peluang Kehamilan dengan Sarang Burung Walet: Manfaat untuk Janin dan Kesuburan
BACA JUGA:Buah Naga Kaya Nutrisi Baik untuk Kesehatan Ibu Hamil dan dan Perkembangan Janin
Anak-anak yang lahir prematur memiliki sistem tubuh yang belum berkembang sempurna.
Paru-paru, otak, dan organ penting lainnya masih dalam proses pematangan saat mereka dilahirkan.
Akibatnya, bayi prematur lebih rentan terhadap berbagai komplikasi medis seperti gangguan pernapasan, infeksi, serta masalah penglihatan dan pendengaran.
BACA JUGA:Mengapa Cerebral Palsy Terjadi? Penyebab dan Risiko yang Perlu Diwaspadai