Heboh ! Belasan Kerbau di Desa Durian Gadis Banyuasin Mendadak Mati

Kerbau milik peternak di Desa Durian Gadis, Banyuasin yang ditemukan mati mendadak.--Foto harianbanyuasin.com

PANGKALAN BALAI, KORANHARIANHANYUASIN.ID - Peternak di Desa Durian Gadis Kecamatan Rambutan, Banyuasin, Sumatera Selatan mengkhatirkan dengan kian banyaknya kerbau yang mati mendadak.

Betapa tidak, dalam kurun waktu tiga hari terakhir, sudah ada 15 ekor kerbau yang mati.

Kepala Desa Durian Gadis, Budi mengatakan jika kerbau-kerbau yang ada di peternakan warganya sudah sekitar 15 ekor yang mati.

BACA JUGA:Safari Jumat, Pj Gubernur Sumsel Berikan Bantuan dan Halal Bihahal dengan Warga

BACA JUGA:Lebaran Ketiga, Pj Gubernur Sumsel Silaturahmi dengan Penghuni Panti Jompo Harapan Kita

Kematian mendadak kerbau ini tidak memiliki gejala sama sekali.

"Dalam tiga hari ini sudah ada 15 ekor kerbau yang mati mendadak," katanya, Jumat 12 April 2024.

Dia menjelaskan, kerbau yang tengah berendam di rawwa-rawa tiba-tiba ngorok dan langsung kejang-kejang hingga akhirnya mati.

BACA JUGA:19 Daerah di Indonesia Ini Sudah Usulkan CASN 2024, Cek Termasuk Kotamu?

BACA JUGA:Ingin Sukses Saat Mengikuti Seleksi CPNS ? Simak Tips Agar Lolos Tahap Administrasi

"Diduga kerbau milik peternak ini dikarenakan terkena virus. Tidak ada tanda-tanda atau gejala sebelumnya. Tahu-tahu ngorok dan langsung kejang-kejang, tidak lama berselang mati," jelasnya.

Dirinya menduga belasan kerbau itu terkena penyakit ngorok (tagere) atau penyakit septicaema epizootica (SE).

"Gejalanya mirip penyakit ngorok," ucap Budi.

BACA JUGA:Netta Kunjungi Kediaman Askolani, Pertanda Bakal Duet dalam Pilkada Banyuasin

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan