Dorong Sawit Berkelanjutan, PT SIB Bersama Pemkab Banyuasin Gelar Pelatihan ISPO

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Banyuasin Edil Fitriadi SP saat sambutan pelatihan sertifikasi ISPO. Kegiatan ini berlangsung di Beston Hotel, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis 5 Desember 2024.--

KORANHARIANBANYUASIN.ID - Dalam upaya meningkatkan pemahaman petani terhadap standar Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), PT Sumberdaya Indonesia Berjaya (PT SIB) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Banyuasin melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) menyelenggarakan pelatihan sertifikasi ISPO. Kegiatan ini berlangsung di Beston Hotel, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis 5 Desember 2024.

Kepala Disbunak Banyuasin, Edil Fitriadi, SP, MSi, menjelaskan pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan petani tentang standar ISPO, termasuk penerapan Sistem Pengendalian Internal (SPI) dan penguatan kapasitas kelembagaan. Pelatihan juga diharapkan dapat menciptakan ahli teknis budidaya, membangun basis data petani, serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi kelapa sawit yang berlaku. 

“ISPO merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan tata kelola perkebunan kelapa sawit yang berorientasi pada aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi, sekaligus memenuhi tuntutan pasar global terkait pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan,” ujar Edil.

BACA JUGA:Rakor Forum Penataan Tata Ruang dan Siswastek, Sekda Sumsel: Sinkronisasi Rencana Pembangunan Sektoral

Edil menambahkan, peraturan seperti PP No. 38 Tahun 2024 dan PMK No. 91 Tahun 2023 telah menyediakan pendanaan melalui Dana Bagi Hasil Perkebunan Sawit untuk mendukung pendataan, pembinaan, dan pendampingan dalam sertifikasi ISPO.

Kabupaten Banyuasin, dengan luas wilayah 12.267,75 km², menjadikan sektor perkebunan sebagai salah satu andalan ekonomi, terutama kelapa sawit. Berdasarkan data Disbunak Banyuasin 2023, luas perkebunan sawit rakyat mencapai 27.536 hektare dengan produksi mencapai 53.222 ton Tandan Buah Segar (TBS).

“Melalui pelatihan ini, kami berharap petani mampu menerapkan praktik terbaik, meningkatkan produktivitas, serta bersaing di pasar global,” kata Edil. Ia juga menekankan pentingnya pelatihan ini untuk mendukung pembangunan nasional, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan menekan emisi gas rumah kaca.

BACA JUGA:Hari Bakti PU Ke-79 Tahun 2024, Sekda Sumsel Jadi Inspektur Upacara

Edil Fitriadi berharap para peserta pelatihan dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan maksimal.

 “Ambil semua ilmu yang diberikan oleh narasumber dan terapkan untuk memajukan perkebunan kelapa sawit dengan standar ISPO,” pesannya.

Direktur Utama PT SIB, Andi Yusuf Akbar, menyampaikan bahwa pelatihan ini sejalan dengan Surat Edaran Dirjen Perkebunan No.1.026/SE/RC.280/E/10/2024 yang mengatur pendataan dan pendampingan sertifikasi ISPO menggunakan Dana Bagi Hasil (DBH) Perkebunan.

BACA JUGA:WOW! Samsung Galaxy S23 Ultra dengan Kamera 200 MP dan Layar Dynamic AMOLED 2X

“Pelatihan ISPO sangat penting untuk membantu petani sawit memenuhi standar internasional dalam produksi kelapa sawit berkelanjutan yang ramah lingkungan, sosial, dan ekonomi,” kata Andi. 

Andi juga menjelaskan bahwa sertifikasi ISPO dilakukan oleh lembaga independen secara transparan, dengan masa transisi lima tahun bagi perkebunan rakyat untuk memenuhi kriteria ISPO.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan