Pj Bupati Banyuasin Hadiri Rakor Pengendalian Inflasi Daerah Secara Daring

Rapat pengendalian inflasi Banyuasin--
KORANHARIANBANYUASIN.ID – Penjabat (Pj) Bupati Banyuasin, Muhammad Farid S.STP., M.Si., bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Banyuasin menghadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia secara daring. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Kantor Bupati Banyuasin.
Rapat koordinasi ini merupakan agenda rutin yang diadakan setiap Senin oleh Kementerian Dalam Negeri. Tujuannya adalah untuk meningkatkan peran aktif pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi di wilayah masing-masing, sekaligus memberikan apresiasi kepada daerah yang menunjukkan kinerja baik dalam upaya tersebut. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan mendorong daerah-daerah lain untuk semakin meningkatkan performa mereka dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.
Dalam rapat tersebut, Pj Bupati Muhammad Farid menegaskan komitmen Kabupaten Banyuasin dalam mengendalikan inflasi di daerah. Menurutnya, pengendalian inflasi bukan hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi juga memerlukan sinergi dari berbagai pihak, termasuk sektor swasta dan masyarakat.
BACA JUGA:Bukan Sekadar Penyedap Masakan, Ini 7 Manfaat Luar Biasa Daun Seledri
"Pengendalian inflasi adalah bagian dari upaya untuk menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. TPID Banyuasin akan terus berupaya melakukan langkah-langkah strategis dalam menjaga kestabilan harga, khususnya pada komoditas yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat," ujar Farid.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah daerah terus memantau pergerakan harga barang di pasar serta ketersediaan pasokan bahan pangan. Langkah-langkah yang telah dilakukan, di antaranya adalah operasi pasar murah, pemantauan harga secara berkala, dan koordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk memastikan distribusi bahan pangan berjalan lancar.
Dalam rapat tersebut, Kementerian Dalam Negeri juga menyampaikan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mengendalikan inflasi. Pemerintah pusat memberikan arahan kepada setiap pemerintah daerah untuk memperkuat koordinasi antara TPID, instansi terkait, serta pelaku usaha di daerah masing-masing.
BACA JUGA:Cara Mudah Membuat Sop Iga Bakar Empuk Tanpa Ribet
Kabupaten Banyuasin sendiri telah melakukan sejumlah inisiatif untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang. Salah satu langkah yang menjadi perhatian adalah memanfaatkan potensi lokal untuk meningkatkan produksi komoditas pangan. Farid menyebutkan bahwa Banyuasin memiliki peluang besar dalam pengembangan sektor pertanian, khususnya beras, yang dapat berkontribusi pada kestabilan harga di tingkat lokal maupun nasional.
Dalam rapat koordinasi tersebut, Kementerian Dalam Negeri juga memberikan apresiasi kepada daerah-daerah yang berhasil menunjukkan kinerja unggul dalam pengendalian inflasi. Hal ini diharapkan menjadi motivasi bagi daerah lain untuk terus berinovasi dan meningkatkan upaya pengendalian inflasi.
Kabupaten Banyuasin sendiri menargetkan untuk terus berkontribusi positif dalam menjaga stabilitas ekonomi di Sumatera Selatan. Pj Bupati Muhammad Farid menutup rapat dengan menekankan pentingnya evaluasi dan inovasi berkelanjutan dalam upaya pengendalian inflasi.
BACA JUGA:Ampuh! Ini Manfaat Daun Kumis Kucing untuk Mengatasi Asam Urat dan Batu Ginjal
"Kami optimis Banyuasin dapat menjadi salah satu daerah yang unggul dalam pengendalian inflasi, dengan terus bekerja sama dan memaksimalkan potensi yang ada," tutupnya.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh para kepala daerah, anggota TPID, serta pejabat terkait dari seluruh Indonesia, yang turut berdiskusi mengenai strategi terbaik dalam mengatasi tantangan inflasi di tahun 2025.