Mengqadha Puasa Ramadan atau Puasa Syawal Dulu? Ini Jawabannya!

--Foto freepik

BACA JUGA:Jangan Sampai Keliru! Tetes Mata Bisa Batalin Puasa atau Tidak?

"Barang siapa yang berpuasa Ramadan, kemudian mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun." (HR. Muslim, No. 1164)

Hadis ini menunjukkan bahwa puasa Syawal memiliki keutamaan yang luar biasa.

Enam hari puasa ini dapat dilakukan secara berurutan atau terpisah, asalkan masih dalam bulan Syawal.

Hukum Qadha Puasa Ramadan

Bagi mereka yang memiliki utang puasa Ramadan, wajib bagi mereka untuk menggantinya di hari lain. Hal ini berdasarkan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:

"Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain." (QS. Al-Baqarah: 185)

Dengan demikian, qadha puasa memiliki status wajib, sedangkan puasa Syawal bersifat sunah.

Dalam Islam, kewajiban harus didahulukan sebelum ibadah sunah.

Manakah yang Harus Didahulukan?

Terdapat dua pendapat utama dalam hal ini:

Mendahulukan Qadha Puasa Ramadan

Pendapat ini didukung oleh mayoritas ulama, termasuk mazhab Hanafi, Maliki, dan Hanbali.

Mereka berpendapat bahwa seseorang harus melunasi hutang puasa Ramadan terlebih dahulu sebelum menjalankan puasa sunah.

Alasannya adalah karena kewajiban lebih utama daripada amalan sunah.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan