Sabtu, 05 Apr 2025
Network
Beranda
UTAMA
RAGAM
Kecantikan
Teknologi
Kuliner
Jelajah
Opini
Kuliner
Kesehatan
Advertorial
Sumsel
Setudung
NASIONAL
Politik
Pendidikan
OLAHRAGA
Otomotif
Network
Beranda
Kesehatan
Detail Artikel
Bahaya Tersembunyi di Balik Kerokan: Mitos atau Fakta?
Reporter:
Apriyanti
|
Editor:
Apriyanti
|
Kamis , 03 Apr 2025 - 16:32
--
bahaya tersembunyi di balik kerokan: mitos atau fakta? koranharianbanyuasin.id - kerokan merupakan metode pengobatan tradisional yang sangat populer di indonesia. banyak orang percaya bahwa kerokan mampu mengatasi masuk angin, menghilangkan pegal, dan membuat tubuh terasa lebih ringan. namun, ada juga yang meragukan efektivitasnya dan menganggapnya hanya sebagai sugesti. lalu, apakah benar kerokan memiliki manfaat medis, ataukah hanya sekadar mitos? mari kita bahas mitos dan fakta seputar kerokan. mitos: kerokan mengeluarkan angin dari tubuh salah satu alasan utama orang melakukan kerokan adalah karena mereka percaya bahwa tubuh mereka "kemasukan angin." garis merah yang muncul setelah kerokan dianggap sebagai tanda bahwa angin sedang dikeluarkan dari tubuh. fakta: secara medis, tidak ada konsep "angin masuk ke dalam tubuh" seperti yang dipercayai dalam budaya indonesia. garis merah yang muncul setelah kerokan sebenarnya adalah akibat pecahnya pembuluh darah kecil (kapiler) di bawah kulit akibat gesekan benda tumpul, seperti koin atau sendok. efek ini disebut dengan petechiae atau ecchymosis dalam istilah medis. jadi, kerokan tidak benar-benar mengeluarkan angin dari tubuh, melainkan hanya menyebabkan pelebaran pembuluh darah yang dapat memberikan sensasi hangat dan nyaman. mitos: kerokan bisa menyembuhkan masuk angin banyak orang yang merasa lebih baik setelah kerokan dan menganggapnya sebagai obat yang efektif untuk masuk angin. fakta: kerokan memang bisa membantu meningkatkan aliran darah di permukaan kulit dan memberikan sensasi rileks. namun, efeknya hanya bersifat sementara. masuk angin sendiri sebenarnya bukan istilah medis, tetapi lebih merujuk pada kondisi tubuh yang kelelahan, kedinginan, atau mengalami gejala seperti meriang dan pegal. jika penyebabnya adalah infeksi virus atau bakteri, kerokan tidak akan menyembuhkannya. mitos: kerokan tidak memiliki efek samping sebagian orang menganggap kerokan sebagai metode yang aman dan tanpa risiko. fakta: meskipun umumnya aman, kerokan tetap memiliki potensi efek samping, terutama jika dilakukan terlalu sering atau dengan tekanan yang terlalu keras. beberapa efek sampingnya antara lain: - luka dan infeksi: gesekan berulang bisa menyebabkan iritasi kulit dan bahkan luka terbuka yang rentan terhadap infeksi. - pembuluh darah pecah: pada beberapa kasus, kerokan yang terlalu kuat bisa menyebabkan pecahnya pembuluh darah yang lebih besar, berisiko memicu memar parah. - meningkatkan risiko gangguan pembuluh darah: orang dengan kondisi tertentu, seperti diabetes atau gangguan pembekuan darah, sebaiknya menghindari kerokan karena dapat memperburuk kondisi mereka. mitos: kerokan bisa menyebabkan ketergantungan ada anggapan bahwa jika seseorang terlalu sering melakukan kerokan, tubuh akan menjadi "ketergantungan" dan merasa tidak nyaman jika tidak dikerok. fakta: tidak ada bukti ilmiah bahwa kerokan menyebabkan ketergantungan secara fisiologis. namun, karena efek relaksasi dan sensasi nyaman yang ditimbulkan, beberapa orang mungkin secara psikologis merasa perlu untuk dikerok setiap kali merasa tidak enak badan. kerokan bukanlah metode medis yang benar-benar menyembuhkan penyakit, tetapi dapat memberikan efek relaksasi dan meningkatkan aliran darah. bagi sebagian orang, kerokan bisa membantu meredakan ketegangan otot dan memberikan rasa nyaman. namun, metode ini juga memiliki risiko tertentu, terutama jika dilakukan terlalu keras atau terlalu sering. jika anda mengalami gejala yang lebih serius, sebaiknya tetap berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan penanganan yang lebih tepat.
1
2
3
»
Tag
# mitos fakta kerokan
# kerokan berbahaya
# kerokan
Share
Koran Edisi Terbaru
Baca Koran HARIAN BANYUASIN 5 APRIL 2025
Berita Terkini
Kolam Renang atau Laut Buatan? Inilah 5 Kolam Renang Terdalam di Dunia
Jelajah
21 menit
Mengulas Teknologi Canggih Toyota Gazoo Racing: Elegan di Jalan, Gahar di Lintasan
Otomotif
56 menit
Fakta atau Mitos? Benarkah Air Fryer Bisa Menyebabkan Kanker?
Kesehatan
1 jam
Digigit Anjing? Ini Langkah Cepat yang Harus Dilakukan untuk Cegah Rabies
Kesehatan
1 jam
Mengungkap Negara Penghasil Roti Terbesar di Dunia: Siapa Jawaranya?
RAGAM
2 jam
Upaya Pelestarian Lingkungan, MTsN 1 Banyuasin Tanam Pohon
Pendidikan
10 jam
Warga Komplek Villa Bukit Indah Antusias Sambut Idul Fitri 1446 H
UTAMA
11 jam
Harga Santan Kelapa di Pangkalan Balai Banyuasin Naik Drastis Jelang Idul Fitri 1446 H
UTAMA
11 jam
Cek Keamanan di Pelabuhan Tanjung Api Api, Arus Mudik Lancar dan Terkendali
UTAMA
11 jam
Kesulitan Angkot Mudik ke Pulau Rimau Banyuasin, Warga Minta Bantuan Damkar
UTAMA
11 jam
Berita Terpopuler
Kesulitan Angkot Mudik ke Pulau Rimau Banyuasin, Warga Minta Bantuan Damkar
UTAMA
11 jam
Harga Santan Kelapa di Pangkalan Balai Banyuasin Naik Drastis Jelang Idul Fitri 1446 H
UTAMA
11 jam
8 Jenis Bunga Ini Bisa Ternyata Bisa Dimakan, Benar Gak Tuh !
Kesehatan
16 jam
Warga Komplek Villa Bukit Indah Antusias Sambut Idul Fitri 1446 H
UTAMA
11 jam
Mengenal 7 Negara Terluas di Dunia dan Fakta Menarik di Baliknya
RAGAM
22 jam
Mengungkap Keunikan 5 Negara Terkecil di Dunia dan Fakta Menariknya
Jelajah
23 jam
Berita Pilihan
Harga Santan Kelapa di Pangkalan Balai Banyuasin Naik Drastis Jelang Idul Fitri 1446 H
UTAMA
11 jam
Kesulitan Angkot Mudik ke Pulau Rimau Banyuasin, Warga Minta Bantuan Damkar
UTAMA
11 jam
Kepala SMAN 1 Betung Apresiasi Alumni Lulus Jalur SPAN - PTKIN dan Jalur Prestasi MBR
Pendidikan
12 jam
Ayahanda Berpulang, Askolani Ungkap Almarhum Sempat Meminta Hal Ini
UTAMA
1 hari
Jabatan Fungsional Pengawawas, Penilik dan Pamong Belajar Dihapus
HARIAN BANYUASIN
1 hari