Bahaya Tersembunyi di Balik Kerokan: Mitos atau Fakta?

--
KORANHARIANBANYUASIN.ID - Kerokan merupakan metode pengobatan tradisional yang sangat populer di Indonesia.
Banyak orang percaya bahwa kerokan mampu mengatasi masuk angin, menghilangkan pegal, dan membuat tubuh terasa lebih ringan.
Namun, ada juga yang meragukan efektivitasnya dan menganggapnya hanya sebagai sugesti.
Lalu, apakah benar kerokan memiliki manfaat medis, ataukah hanya sekadar mitos?
Mari kita bahas mitos dan fakta seputar kerokan.
Mitos: Kerokan Mengeluarkan Angin dari Tubuh
Salah satu alasan utama orang melakukan kerokan adalah karena mereka percaya bahwa tubuh mereka "kemasukan angin."
Garis merah yang muncul setelah kerokan dianggap sebagai tanda bahwa angin sedang dikeluarkan dari tubuh.
Fakta:
Secara medis, tidak ada konsep "angin masuk ke dalam tubuh" seperti yang dipercayai dalam budaya Indonesia.
Garis merah yang muncul setelah kerokan sebenarnya adalah akibat pecahnya pembuluh darah kecil (kapiler) di bawah kulit akibat gesekan benda tumpul, seperti koin atau sendok.
Efek ini disebut dengan petechiae atau ecchymosis dalam istilah medis.
Jadi, kerokan tidak benar-benar mengeluarkan angin dari tubuh, melainkan hanya menyebabkan pelebaran pembuluh darah yang dapat memberikan sensasi hangat dan nyaman.
Mitos: Kerokan Bisa Menyembuhkan Masuk Angin