Tiket Semifinal BWC 2025 Melayang! Jonatan Christie Takluk Usai Pertarungan Sengit 3 Gim

Jonatan Christie gagal memaksimalkan penampilannya dan gagal raih tiket semifinal BWC 2025 usai kalah tiga gim dari Kunlavut, Sabtu 30 Agustus 2025, dini hari.--Foto PBSI

KORANHARIANBANYUASIN.ID - Perjuangan Jonatan Christie di ajang Badminton World Championships 2025 harus terhenti di babak perempat final.

Tunggal putra Indonesia tersebut kalah dari juara bertahan asal Thailand, Kunlavut Vitidsarn, melalui pertarungan tiga gim dengan skor 14-21, 21-18, 8-21, Sabtu 30 Agustus 2025, dini hari.

Sejak awal gim pertama, Jonatan tampil cukup percaya diri.

BACA JUGA:Duel Epik! Putri KW Libas Sang Legenda India, Tembus Semifinal Dunia!

BACA JUGA:Nyaris Pulangkan Juara Bertahan! Debutan Indonesia Alwi Farhan Alami Kekalahan Pahit

Serangan-serangan rapi dan terukur yang ia lancarkan membuat pertandingan berlangsung menarik.

Bahkan, duel sempat berjalan ketat dengan poin kejar-kejaran.

Namun, selepas interval, Jonatan kehilangan fokus ketika tertinggal dua angka.

BACA JUGA:Hendra Setiawan Blak-Blakan: Bukan Soal Teknik, Ini Masalah Utama Sabar/Reza!

BACA JUGA:Drama 3 Gim Tragis! Leo/Bagas Dipaksa Tumbang, Indonesia Habis di Ganda Putra

Permainan terburu-buru dan sejumlah kesalahan sendiri membuat lawan semakin percaya diri untuk menekan.

Kunlavut yang terkenal konsisten pun berhasil memanfaatkan kondisi tersebut dan menutup gim pertama dengan kemenangan 21-14.

Memasuki gim kedua, situasi berubah. Jonatan yang berpindah posisi lapangan tampak lebih nyaman.

BACA JUGA:Balas Dendam Manis! Ana/Tiwi Singkirkan Baek/Lee, Tiket Perempat Final di Genggaman

BACA JUGA:Hasil BWC 2025: Fajar/Rian Kalah Tiga Gim, Ganda Putra Indonesia Tanpa Wakil di Perempat Final

Ia mampu membuka keunggulan sejak awal hingga memimpin saat interval.

Jojo bahkan sempat unggul jauh 15-10. Akan tetapi, kelengahan dalam menjaga ritme membuat Kunlavut mampu mengejar ketertinggalan hingga menyamakan skor 17-17.

Meski dalam kondisi tertekan, Jonatan menunjukkan mentalitas kuat sebagai pemain berpengalaman.

Ia segera mengubah strategi dan memperbaiki fokus. Usaha itu berbuah hasil ketika berhasil merebut gim kedua dengan skor 21-18 dalam tempo 27 menit.

Kemenangan ini seolah membuka harapan bagi Jojo untuk membalikkan keadaan dan lolos ke semifinal.

Sayangnya, gim penentuan justru berjalan tidak sesuai harapan.

Kembali berpindah posisi lapangan membuat akurasi pukulan Jonatan terganggu.

Awal gim ketiga berjalan berat, bahkan Jojo harus kehilangan tujuh poin beruntun akibat kesalahan sendiri.

Kondisi ini dimanfaatkan Kunlavut untuk melaju jauh meninggalkan Jonatan hingga interval 11-5.

Usaha keras terus dilakukan Jonatan selepas jeda. Ia mencoba bangkit dengan serangan demi serangan, namun akurasi pukulannya kembali menjadi masalah.

Alih-alih mendulang poin, justru banyak pukulan yang keluar lapangan dan menjadi keuntungan bagi Kunlavut.

Ketertinggalan semakin lebar dan sulit untuk dikejar. Gim ketiga akhirnya ditutup Kunlavut dengan skor telak 21-8.

Hasil ini membuat langkah Jonatan Christie harus terhenti di perempat final.

Indonesia pun belum berhasil menempatkan wakilnya di sektor tunggal putra pada babak semifinal kejuaraan dunia tahun ini.

Bagi Jonatan, kekalahan ini tentu menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki konsistensi permainan, terutama saat menghadapi tekanan di gim penentuan.

Di sisi lain, Kunlavut Vitidsarn kembali membuktikan kapasitasnya sebagai tunggal putra papan atas dunia.

Dengan keuletan dan kemampuan membaca permainan lawan, ia sukses menjaga peluang untuk mempertahankan gelar juara dunia.

Pertandingan ini menjadi bukti bahwa persaingan di tunggal putra semakin ketat, di mana detail kecil dalam permainan bisa menjadi penentu kemenangan.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan