Disbunnak Kabupaten Banyuasin Cek ke Lapangan, Ini Hasilnya !

Disbunnak Kabupaten Banyuasin mengecek kondisi kerbau di Desa Durian Gadis, Banyuasin, yang mati mendadak, Sabtu 13 April 2024.--Foto harianbanyuasin.com

PANGKALAN BALAI, KORANHARIANBANYUASIN.ID - Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Banyuasin memastikan penyebab kematian belasan kerbau di Desa Durian Gadis Kecamatan Rambutan, Banyuasin adalah penyakit septicaema epizootica (SE).

Kepastian itu usai tim Disbunnak Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan yang dipimpin langsung Kepala Disbunnak Banyuasin melakukan pengecekan ke lokasi, Sabtu 13 April 2024.

"Memang dari beberapa ternak yang diketemukan, menunjukkan stadium awal atau terminal gejala klinis penyakit SE," kata Edil Fitriadi, Kepala Disbunnak Banyuasin, Minggu 14 April 2024.

BACA JUGA:Heboh ! Belasan Kerbau di Desa Durian Gadis Banyuasin Mendadak Mati

BACA JUGA:Netta Kunjungi Kediaman Askolani, Pertanda Bakal Duet dalam Pilkada Banyuasin

"Sebagai upaya tindakan pengobatan telah dilakukan dengan pemberian supportif dan antibiotik," katanya.

Selain itu, untuk pencegahan agar penyakit septicaema epizootica tidak menyebar pada hewan ternak lainnya, pihaknya melakasanakan komunikasi, informatif dan edukatif (KIE) kepada peternak.

"Kita sampaikan terkait lalu lintas ternak, penerapan biosekuriti untuk menjaga kebersihan kandang," jelasnya.

BACA JUGA:Safari Jumat, Pj Gubernur Sumsel Berikan Bantuan dan Halal Bihahal dengan Warga

BACA JUGA:Lebaran Ketiga, Pj Gubernur Sumsel Silaturahmi dengan Penghuni Panti Jompo Harapan Kita

"Kemudian, mengisolasi ternak yang sakit, tidak melakukan aktivitas jual beli ternak," tambahnya.

Termasuk menguburkan ternak yang mati untuk mencegah penularan penyakit.

"Dimana Kebanyakan wabah ini timbul pada saat musiman, terutama di musim penghujan atau peralihan musim," bebernya.

BACA JUGA:Kalahkan Tuan Rumah, Jonatan Christie ke Final BAC 2024

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan