Pleno Kelulusan Peserta Diseminasi Program KG PJOK Tahun 2024: Upaya Mencetak Generasi yang Sehat dan Bugar Se

Foto bersama pejabat Sumsel (foto-ist)--
KORANHARIANBANYUASIN.ID - Pleno Kelulusan Peserta Diseminasi Program Kompetensi Guru (PKG) PJOK Tahun 2024 secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Awalludin, S.Pd., M.Si.
Pembukaan dilaksanakan di Hotel Novotel, Palembang. Acara yang berlangsung pada 2–4 Desember 2024 ini diikuti oleh 202 peserta yang didampingi oleh para fasilitator berkompeten.
Awalludin SPd MSi, menekankan pentingnya peran guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) dalam membangun generasi yang sehat dan aktif.
BACA JUGA:Sasaran Pendampingan Penguatan Litnum di Kecamatan Sumber Marga Telang
BACA JUGA:Polsek Air Kumbang Tangkap Pelaku Curat, Ini Barang Bukti Diamankan!
"Guru PJOK harus menjadi pelopor dalam menanamkan pentingnya kebugaran jasmani kepada siswa. Kebugaran adalah fondasi bagi terciptanya generasi muda yang siap menerima materi pembelajaran lainnya," katanya.
Patut bersyukur atas kegiatan Diseminasi PKG PJOK ini. "Mari dijalankan amanah untuk mewarnai pendidikan yang menciptakan generasi unggul, sehat, dan bugar," ujar dia lagi.
Sugianto, PIC PKG PJOK BGP Provinsi Sumatera Selatan, sebagai ketua pelaksana melaporkan bahwa Program PKG PJOK telah dilaksanakan secara blended learning melalui moda daring dan luring selama tiga bulan.
BACA JUGA:Hebat! Pemkab Banyuasin Raih Predikat Terbaik Ketiga se-Indonesia, Nomor Satu di Sumatera
Program ini merupakan upaya pengembangan kompetensi berkelanjutan yang melibatkan pelatihan, pendampingan, dan kegiatan kolektif guru. PKG PJOK juga bertujuan meningkatkan kolaborasi dalam komunitas belajar demi terciptanya pembelajaran yang berkualitas.
Sementara Kepala Balai Guru Penggerak, Provinsi Sumatera Selatan, Dra Ohorella Erma M IKom, menjelaskan bahwa tujuan utama program ini adalah meningkatkan kompetensi guru PJOK agar mampu memfasilitasi pembelajaran yang berkualitas dan berpusat pada peserta didik.
"Guru PJOK harus memahami bagaimana peserta didik belajar, memiliki kompetensi profesional dan pedagogik yang mendukung pembelajaran bermakna, serta mampu melaksanakan asesmen yang relevan," tuturnya.
Dia juga menambahkan bahwa pendidikan jasmani tidak hanya mencetak anak-anak yang sehat secara fisik, tetapi juga berkontribusi pada kesehatan mental dan sosial mereka.
BACA JUGA:SDN 12 Talang Kelapa Raih Penghargaan Penerapan Bebas Jumantik