Nanas dari Lost Gardens of Heligan dengan harga mencapai Rp 22,5 juta

Nanas Lost Gardens of Heligan--

BACA JUGA:Dibanderol Miliaran, Inilah Coklat dengan Harga Selangit

Teknik ini disebut "pineapple pit" atau lubang nanas, yang berasal dari abad ke-18.

Metode ini melibatkan penggunaan fermentasi jerami dan kotoran kuda untuk menciptakan suhu panas yang diperlukan untuk pertumbuhan nanas.

Metode Pembudidayaan Tradisional

Proses pembudidayaan nanas di Lost Gardens of Heligan sangatlah unik dan memakan waktu yang lama.

Teknik yang digunakan pertama kali diperkenalkan pada abad ke-18 oleh para petani Inggris untuk menumbuhkan tanaman tropis seperti nanas di iklim yang lebih dingin.

Dalam metode ini, tanaman nanas ditanam di dalam lubang besar yang dilapisi dengan jerami dan kotoran kuda.

Campuran ini berfungsi sebagai bahan bakar alami yang menghasilkan panas saat terfermentasi, menciptakan suhu yang dibutuhkan untuk pertumbuhan nanas.

Lubang tersebut dipenuhi dengan bahan-bahan organik seperti jerami dan kotoran kuda, yang dibiarkan terfermentasi selama beberapa bulan.

Proses fermentasi ini menghasilkan panas yang cukup untuk menjaga suhu di sekitar tanaman nanas tetap hangat, meskipun cuaca di luar sangat dingin.

Pemeliharaan yang terus-menerus dilakukan selama berbulan-bulan untuk memastikan tanaman tetap dalam kondisi ideal.

Kenapa Harga Nanas Ini Bisa Mencapai Rp22,5 Juta?

Proses yang sangat memakan waktu dan biaya ini menjadikan nanas Lost Gardens of Heligan sangat langka dan mahal.

Setiap buah nanas yang dipanen membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk tumbuh, dan hanya beberapa buah saja yang dapat diproduksi dalam setahun.

Selain itu, biaya untuk menjaga suhu tetap stabil dan untuk merawat tanaman selama proses pembudidayaannya sangat tinggi.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan