Tiga Rumah Sakit di Banyuasin Tetap Gunakan Nama Lama, Usulan Perubahan Tak Disetujui

Site plan atau gambar rancangan Gedung Poli Klinik RSUD Banyuasin yang baru. --
KORANHARIANBANYUASIN.ID – Tiga rumah sakit yang menjadi pusat pelayanan kesehatan di Kabupaten Banyuasin dipastikan tetap menggunakan nama lama setelah wacana perubahan nama tidak mendapat persetujuan.
Sebelumnya, RSUD Banyuasin diusulkan berganti nama menjadi "RSUD Thalib Wali," sedangkan RSUD Pratama Sukajadi dan RSUD Pratama Makarti Jaya juga sempat menjadi bagian dari diskusi perubahan identitas.
Usulan perubahan nama ini awalnya muncul sebagai bagian dari upaya memberikan penghargaan terhadap tokoh-tokoh yang berjasa dalam sejarah Banyuasin. Nama "Thalib Wali" yang diusulkan untuk RSUD Banyuasin, misalnya, diambil dari nama seorang tokoh berpengaruh yang berkontribusi besar dalam pembangunan daerah.
BACA JUGA:Lapas Kelas IIA Banyuasin Adakan Pemeriksaan Kesehatan Gigi Gratis untuk Warga Binaan
Sementara itu, nama-nama baru untuk RSUD Pratama Sukajadi dan RSUD Pratama Makarti Jaya diharapkan mencerminkan nilai-nilai lokal dan sejarah daerah masing-masing.
Namun, usulan tersebut menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat. Beberapa pihak menyambut baik ide tersebut, menganggap perubahan nama sebagai langkah positif untuk menghormati para tokoh daerah.
Di sisi lain, banyak pula yang menilai bahwa nama-nama lama sudah memiliki identitas kuat dan dikenal luas oleh masyarakat, sehingga perubahan hanya akan menimbulkan kebingungan.
BACA JUGA:Lapas Banyuasin Salurkan Bantuan Sosial untuk Keluarga Warga Binaan dan Masyarakat Sekitar
Sekda Banyuasin Erwin Ibrahim menyampaikan bahwa setelah melalui berbagai pertimbangan dan masukan dari masyarakat serta pihak terkait, nama ketiga rumah sakit tersebut akan tetap seperti semula.
Keputusan ini diambil demi menjaga kontinuitas layanan dan meminimalkan dampak administratif yang mungkin timbul akibat perubahan nama.
“RSUD Banyuasin, RSUD Pratama Sukajadi, dan RSUD Pratama Makarti Jaya sudah dikenal luas oleh masyarakat. Perubahan nama, meskipun tujuannya baik, dapat menimbulkan kebingungan, terutama dalam hal administrasi dan pengenalan masyarakat. Kami memutuskan untuk fokus pada peningkatan kualitas layanan kesehatan daripada merubah nama," ujar Bupati.
BACA JUGA:Pemkab OKU Targetkan Pembangunan Jembatan Rantau Kumpai Rampung Pada 2025
Keputusan ini mendapatkan beragam tanggapan dari masyarakat. Sebagian besar masyarakat menyambut baik keputusan tersebut karena merasa nama-nama lama sudah melekat dalam keseharian mereka.
“Nama RSUD Banyuasin sudah dikenal sejak lama, apalagi rumah sakit ini menjadi rujukan utama. Kalau diganti, mungkin kami akan bingung untuk beberapa waktu,” ujar Rizal, seorang warga Banyuasin.