Puan Maharani Pulang Kampung ke Muara Enim, Ziarah ke Makam Leluhur dan Disambut Ribuan Warga

Puan Maharani Pulang Kampung ke Muara Enim, Ziarah ke Makam Leluhur dan Disambut Ribuan Warga--
KORANHARIANBSNYUASIN.ID – Setelah belasan tahun tak pulang kampung, Ketua DPR RI Dr. Hj. Puan Maharani Nakshatra Kusyala Devi memanfaatkan momen libur bersama untuk bersilaturahmi sekaligus berziarah ke makam leluhur, Syekh Ibrahim Papa (Syekh Angkase) Ramatuan, di Desa Tanjung Raman, Kecamatan Ujan Mas, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan, Senin (27/1/2025).
Puan Maharani tiba bersama suami, anak, serta stafnya dengan pengawalan ketat dari aparat keamanan.
Rombongan langsung menuju makam leluhur sebelum melanjutkan kunjungan ke rumah almarhum Mayor Cik Agus, kakeknya yang merupakan ayah dari almarhum H. Taufik Kiemas, suami Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri.
Selain Puan, tampak hadir pula anggota DPR RI H. Giri Ramanda Kiemas, yang merupakan sepupunya, serta keluarga besar keturunan Syekh Ibrahim Papa.
Pejabat setempat seperti Pj Bupati Muara Enim Henky Putrawan, pasangan calon Bupati Edison-Sumarni, Wakil Ketua DPRD Muara Enim Liono Basuki, Forkopimda, dan sejumlah tokoh lainnya turut menyambut kedatangan Puan Maharani.
BACA JUGA:Legenda Asal Muasal Nama Telang di Muara Telang
Sejak pagi, ribuan warga antusias berkumpul di Desa Tanjung Raman. Kepulangan Puan Maharani yang dinanti selama lebih dari 15 tahun menjadi momen istimewa bagi masyarakat, terutama kader dan pengurus PDI Perjuangan yang memanfaatkan kesempatan ini untuk bersilaturahmi dan berfoto bersama.
"Alhamdulillah, Masih Hangat Menyambut Saya"
Puan Maharani mengungkapkan rasa syukurnya atas sambutan hangat dari masyarakat.
Ia mengaku bahwa kepulangannya kali ini merupakan bagian dari memanfaatkan waktu libur bersama keluarga.
BACA JUGA:Mau Pindah Instansi Sebelum 10 Tahun Masa Kerja, ASN Dianggap Mengundurkan Diri
“Saya ke sini hanya pulang kampung. Alhamdulillah, semuanya masih hangat menyambut saya,” ujar Puan, Ketua DPR RI dua periode berturut-turut (2019–2024 dan 2024–2029), usai makan siang bersama di rumah kakeknya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga sebagai momen berziarah, mengingat ziarah merupakan hal penting dalam tradisi keluarganya.
“Mungkin sudah sekitar 15 tahun saya tidak pulang kampung. Desa Tanjung Raman ini tanah leluhur saya. Kakek, nenek, ayah, dan saudara-saudara saya ada di sini. Tentu ini sangat berkesan bagi kami,” tambahnya.