BACA JUGA:Tampon vs. Menstrual Cup: Kelebihan, Kekurangan, dan Keamanan Penggunaannya
Seiring pertumbuhan janin, kulit perut dan payudara meregang, yang dapat menyebabkan kulit menjadi lebih kering dan terasa gatal.
3. Kolestasis Obstetri
Ini adalah gangguan hati yang menyebabkan penumpukan garam empedu dalam darah.
Kondisi ini dapat menyebabkan gatal parah, terutama di telapak tangan dan kaki, tanpa disertai ruam.
4. PUPPP (Pruritic Urticarial Papules and Plaques of Pregnancy)
Kondisi ini ditandai dengan munculnya ruam merah yang terasa gatal, biasanya di perut, paha, dan bokong.
Penyebab pasti belum diketahui, tetapi lebih sering terjadi pada kehamilan pertama.
5. Reaksi Alergi atau Infeksi Kulit
Produk perawatan kulit, deterjen, atau pakaian tertentu dapat memicu alergi yang menyebabkan gatal.
Selain itu, infeksi jamur juga bisa memperburuk kondisi kulit.
Bahaya Gatal Berlebihan bagi Ibu dan Janin
Meskipun sebagian besar gatal selama kehamilan bersifat ringan, beberapa kondisi seperti kolestasis obstetri dapat meningkatkan risiko komplikasi serius, seperti:
Persalinan prematur
Gangguan pernapasan pada bayi baru lahir
Risiko bayi lahir mati (stillbirth) dalam kasus yang jarang terjadi