Mengenal Sendawa, Apakah Benar Tanda Masuk Angin?

Senin 31 Mar 2025 - 16:00 WIB
Reporter : Apriyanti
Editor : Apriyanti

Sendawa bukan hanya karena udara yang tertelan, tetapi bisa juga disebabkan oleh beberapa hal berikut:

- Konsumsi Makanan dan Minuman Tertentu

Makanan berminyak, pedas, atau minuman berkarbonasi sering memicu sendawa karena meningkatkan produksi gas di perut.

- Makan Terburu-buru

Makan terlalu cepat menyebabkan lebih banyak udara tertelan, yang kemudian dikeluarkan melalui sendawa.

- Refluks Asam Lambung (GERD)

Kondisi ini menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan, sehingga memicu perasaan penuh gas dan keinginan untuk bersendawa.

- Kebiasaan Buruk Sehari-hari

Merokok, mengunyah permen karet, atau minum dengan sedotan juga menyebabkan udara tertelan dalam jumlah besar.

Hubungan Sendawa dengan Masuk Angin

Dalam budaya Indonesia, masuk angin sering digunakan untuk menggambarkan kondisi tidak nyaman seperti perut kembung, mual, lemas, dan sering bersendawa.

Meskipun "masuk angin" tidak diakui secara medis, kondisi ini kerap dikaitkan dengan akumulasi gas di saluran pencernaan.

Beberapa alasan mengapa sendawa dianggap tanda masuk angin adalah:

- Perut Kembung

Ketika perut terasa penuh gas, tubuh secara alami akan mencoba mengeluarkannya melalui sendawa atau kentut.

- Sensasi Nyeri di Perut

Kategori :

Terkait