Alzheimer dan Parkinson adalah dua penyakit neurodegeneratif yang sering dikaitkan dengan penuaan dan kerusakan sel-sel saraf di otak.
Alzheimer menyebabkan gangguan ingatan dan fungsi kognitif, sementara Parkinson memengaruhi gerakan dan koordinasi tubuh.
Kandungan antioksidan dalam manggis dapat membantu mengurangi peradangan dan melindungi sel-sel saraf dari degenerasi, sehingga dapat menurunkan risiko terkena kedua penyakit ini.
3. Meningkatkan Fungsi Kognitif
Antioksidan dalam manggis juga berperan dalam meningkatkan fungsi kognitif, termasuk daya ingat, konsentrasi, dan kecepatan berpikir.
Dengan mengurangi stres oksidatif dan peradangan di otak, manggis dapat membantu meningkatkan aliran darah ke otak, yang mendukung kesehatan sel-sel saraf dan komunikasi antar neuron.
4. Menjaga Kesehatan Pembuluh Darah Otak
Salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan otak adalah kelancaran aliran darah.
Manggis mengandung nutrisi yang dapat membantu menjaga elastisitas pembuluh darah dan mencegah penumpukan plak yang bisa menghambat aliran darah ke otak.
Dengan sirkulasi darah yang baik, otak mendapatkan pasokan oksigen dan nutrisi yang cukup untuk bekerja dengan optimal.
5. Mengurangi Peradangan di Otak
Peradangan kronis di otak dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk gangguan kognitif dan risiko lebih tinggi terhadap penyakit neurodegeneratif.
Senyawa antiinflamasi dalam manggis membantu mengurangi peradangan dan melindungi jaringan otak dari kerusakan.
6. Meningkatkan Mood dan Kesehatan Mental
Selain melindungi fungsi kognitif, manggis juga dapat berkontribusi pada kesehatan mental.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa antioksidan dan senyawa bioaktif dalam manggis dapat membantu mengurangi stres, kecemasan, dan gejala depresi dengan cara menyeimbangkan kadar neurotransmiter di otak.