Tarian THR Meriahkan Idul Fitri 1446 H, Netizen Soroti Kemiripan dengan Tarian Yahudi

Jumat 04 Apr 2025 - 17:00 WIB
Reporter : Repro
Editor : Zaironi

BACA JUGA:Estrogen Berlebih? Inilah 7 Penyebab Utamanya yang Perlu Diwaspadai

Tarian ini umumnya dilakukan secara melingkar dan sering kali diiringi lagu khas seperti “Hava Nagila” yang memiliki nuansa penuh semangat dan kegembiraan. 

Hora biasanya hadir dalam perayaan besar, seperti pernikahan, hari kemerdekaan, hingga acara keagamaan.

Dalam sejarahnya, Hora menjadi populer di kalangan masyarakat Israel sejak terbentuknya negara tersebut pada tahun 1948. 

BACA JUGA:Kenapa Dada Terasa Terbakar Setelah Makan? Ini Penjelasan Medisnya

Koreografer pertama di Israel menciptakan gaya khas tarian ini dengan menggabungkan unsur-unsur dari tari Hasid, Balkan, Rusia, Arab, dan Yaman.

Tak hanya menjadi bentuk hiburan, Hora juga menjadi simbol solidaritas dan kebersamaan, sekaligus mencerminkan semangat nasionalisme dan kebudayaan.

Dalam beberapa video pembanding yang beredar di media sosial, terlihat jelas bahwa pola gerakan tarian THR memiliki kesamaan dengan tarian Hora—terutama dalam pola langkah ke samping dan lompatan kecil yang ritmis. Ini menimbulkan pertanyaan bagi sebagian kalangan: apakah tarian THR memang terinspirasi dari budaya luar?

BACA JUGA:Cedera Paksa Absen, Ginting Lewatkan Lima Turnamen Besar BWF

Perdebatan di jagat maya pun tak terhindarkan. Sebagian warganet menganggap tren tarian THR sebagai hiburan semata yang tak perlu dibesar-besarkan.

Mereka menilai bahwa kemiripan gerakan bukanlah suatu hal yang harus dipermasalahkan, terlebih jika maksud dari tarian tersebut hanyalah untuk kesenangan di momen spesial seperti Lebaran.

Namun, ada pula yang menyuarakan kekhawatiran. Menurut mereka, meniru gerakan yang identik dengan budaya tertentu, dalam hal ini budaya Yahudi, bisa dianggap sebagai bentuk penyerupaan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam. 

BACA JUGA:Kenapa Dada Terasa Terbakar Setelah Makan? Ini Penjelasan Medisnya

Terlebih ketika tarian tersebut dilakukan dalam konteks perayaan hari besar umat Islam seperti Idul Fitri.

Sejumlah ulama dan tokoh agama pun turut angkat bicara. Beberapa di antaranya mengingatkan umat Islam agar lebih selektif dan berhati-hati dalam mengikuti tren yang viral di media sosial.

 Mereka merujuk pada hadits Nabi Muhammad SAW yang berbunyi, “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka” (HR Abu Daud dan Ahmad).

Kategori :