Biji-bijian utuh seperti oat, quinoa, dan beras merah adalah sumber serat kompleks yang membantu menjaga sistem pencernaan.
Oat, misalnya, mengandung beta-glukan yang mampu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) sekaligus meningkatkan daya tahan tubuh.
Menggantikan nasi putih dengan beras merah atau quinoa dapat menjadi langkah sederhana untuk meningkatkan asupan serat harian.
5. Sayuran Hijau Lainnya
Selain asparagus, sayuran hijau seperti brokoli, bayam, dan kangkung juga kaya akan serat.
Brokoli misalnya, dalam satu cangkirnya mengandung sekitar 5 gram serat.
Selain melancarkan pencernaan, sayuran hijau juga memberikan asupan vitamin, mineral, serta antioksidan yang penting untuk mencegah berbagai penyakit.
6. Buah Pir dan Pisang
Pir mengandung serat sekitar 5–6 gram per buah, terutama jika dikonsumsi bersama kulitnya.
Pisang juga merupakan buah tinggi serat dengan kandungan prebiotik yang dapat mendukung pertumbuhan bakteri baik dalam usus.
Kombinasi keduanya sangat baik untuk kesehatan saluran pencernaan sekaligus menjaga metabolisme tubuh.
Memenuhi kebutuhan serat harian bukanlah hal yang sulit.
Sumber serat bisa dengan mudah ditemukan pada sayuran hijau seperti asparagus dan brokoli, buah-buahan seperti apel, pir, dan pisang, hingga kacang-kacangan dan biji-bijian utuh.
Dengan mengonsumsi serat dalam jumlah cukup setiap hari, tubuh tidak hanya terbebas dari gangguan pencernaan, tetapi juga terlindungi dari risiko penyakit kronis, kadar gula darah lebih stabil, serta berat badan lebih terkontrol.