Kenapa Dada Terasa Terbakar Setelah Makan? Ini Penjelasan Medisnya

--Foto freepik

KORANHARIANBANYUASIN.ID - Pernahkah Anda merasakan sensasi panas atau terbakar di bagian dada setelah makan?

Jika iya, kondisi ini bisa menjadi tanda awal dari penyakit GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) atau refluks asam lambung.

GERD merupakan gangguan sistem pencernaan yang cukup umum dan sering tidak disadari karena gejalanya mirip dengan gangguan kesehatan ringan lainnya.

BACA JUGA:Manisnya Murbei, Manfaatnya Tak Terbantahkan!

BACA JUGA:Maag atau GERD? Kenali Tanda-Tanda Perubahannya Sejak Dini

Apa Itu GERD?

 

GERD adalah kondisi ketika asam lambung naik ke kerongkongan (esofagus) karena otot sfingter bagian bawah esofagus (LES) melemah atau tidak menutup dengan sempurna.

LES seharusnya berfungsi sebagai pintu yang membuka untuk makanan masuk ke lambung dan menutup kembali agar asam lambung tidak naik.

BACA JUGA:Bahaya Tersembunyi di Balik Kerokan: Mitos atau Fakta?

BACA JUGA:Khasiat Daun Belimbing Wuluh: Dari Menurunkan Gula Darah hingga Menjaga Kesehatan Ginjal

Ketika fungsi ini terganggu, asam dari lambung dapat naik dan menyebabkan sensasi terbakar di dada, yang dikenal sebagai heartburn.

Mengapa Dada Terasa Terbakar?

Sensasi terbakar terjadi karena lapisan kerongkongan tidak sekuat lapisan lambung dalam menahan asam.

BACA JUGA:Rahasia Kesehatan Tersembunyi dalam Air Kelapa, Wajib Kamu Ketahui!

BACA JUGA:7 Khasiat Jantung Pisang yang Jarang Diketahui, Nomor 4 Bikin Kaget!

Ketika asam lambung menyentuh dinding kerongkongan, timbul iritasi yang menimbulkan rasa panas, nyeri, atau bahkan seperti tekanan di dada.

Gejala ini biasanya muncul setelah makan, terutama jika Anda langsung berbaring atau mengonsumsi makanan yang memicu naiknya asam lambung.

Gejala Lain GERD

Selain rasa terbakar di dada, GERD juga bisa disertai gejala lain seperti:

- Rasa asam atau pahit di mulut

- Sering bersendawa

- Sulit menelan

- Batuk kering kronis

- Mual setelah makan

- Suara serak atau radang tenggorokan

 

Jika gejala-gejala ini sering muncul, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

Faktor Pemicu GERD

 

Beberapa kebiasaan dan makanan tertentu dapat memperburuk kondisi GERD, antara lain:

- Makan terlalu banyak atau terlalu cepat

- Berbaring setelah makan

Konsumsi makanan pedas, asam, berlemak, cokelat, kopi, dan minuman bersoda

- Merokok dan konsumsi alkohol

- Stres berlebihan

- Kelebihan berat badan atau obesitas

- Kehamilan (karena tekanan dari rahim pada lambung)

Cara Mengatasi dan Mencegah GERD

 

Penanganan GERD bisa dimulai dari perubahan gaya hidup, seperti:

1. Makan dalam porsi kecil namun sering agar lambung tidak terlalu penuh.

2. Hindari berbaring setelah makan, beri jeda setidaknya 2-3 jam.

3. Pilih makanan yang ramah lambung, seperti oatmeal, pisang, atau sayuran hijau.

4. Berhenti merokok dan batasi konsumsi alkohol.

5. Kelola stres dengan olahraga ringan, meditasi, atau hobi yang menyenangkan.

6. Jika perlu, dokter mungkin meresepkan obat penurun asam lambung seperti antasida, H2 blocker, atau PPI.

Kapan Harus ke Dokter?

 

Jika rasa terbakar di dada terus berulang, memburuk, atau disertai nyeri hebat seperti serangan jantung, sebaiknya segera periksakan diri.

Penanganan dini dapat mencegah komplikasi seperti luka pada kerongkongan, penyempitan saluran makan, atau bahkan perubahan sel kerongkongan (Barrett's esophagus) yang berisiko kanker.

Dada terasa terbakar setelah makan bukan sekadar keluhan ringan.

Bisa jadi itu adalah gejala GERD yang perlu ditangani serius.

Dengan mengenali gejala dan memperbaiki gaya hidup, Anda bisa mengurangi risiko dan menjaga kesehatan saluran pencernaan.

Jangan anggap remeh, karena pencernaan yang sehat adalah kunci tubuh yang bertenaga.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan