Lahar, Uap, dan Ledakan: Bahaya Tersembunyi di Balik Gunung Bersalju

Lava panas dari letusan gunung berapi bertemu dengan salju atau es berpotensi menimbulkan bencana alam yang merusak lingkungan sekitarnya.--

KORANHARIANBANYUASIN.ID - Di dunia geologi, pertemuan antara dua elemen alam yang ekstrem seringkali memunculkan fenomena yang mengejutkan dan berbahaya.

Salah satunya adalah saat lava panas dari letusan gunung berapi bertemu dengan salju atau es.

Peristiwa ini bukan hanya menarik dari sisi ilmiah, tetapi juga berpotensi menimbulkan bencana alam yang merusak lingkungan sekitarnya.

BACA JUGA:Inilah 7 Kolam Renang Terdalam di Asia Tenggara

BACA JUGA:Mengungkap Negara Penghasil Roti Terbesar di Dunia: Siapa Jawaranya?

 

Lava, yang bisa mencapai suhu sekitar 1.000 derajat Celsius, memiliki kemampuan luar biasa dalam melelehkan apa pun yang dilewatinya.

Ketika lava mengalir menuruni lereng gunung berapi yang tertutup salju, panas ekstremnya langsung melelehkan salju tersebut.

Hasil dari proses ini adalah munculnya uap dalam jumlah besar.

BACA JUGA:Kolam Renang atau Laut Buatan? Inilah 5 Kolam Renang Terdalam di Dunia

BACA JUGA:Gannet Utara: Burung Selam Kilat dengan Kecepatan 100 km/jam

Namun, jika pelelehan salju terjadi dengan sangat cepat, uap air yang dihasilkan bisa berubah menjadi ledakan uap yang dahsyat.

Ledakan ini terjadi karena air cair mendidih secara tiba-tiba dan berubah menjadi gas, yang volumenya jauh lebih besar dibandingkan bentuk cairnya.

 

Ledakan uap ini dikenal sebagai phreatic explosion dan bisa sangat berbahaya.

BACA JUGA:Pesona Cendrawasih: Bulu Indah yang Dapat Bersinar Saat Gelap

BACA JUGA:Hanako, Ikan Koi Legendaris yang Hidup 226 Tahun: Fakta Uniknya!

Tekanan dari uap yang terbentuk mendadak dapat menghancurkan batuan di sekitarnya dan menyemburkan material vulkanik ke udara.

Ledakan ini tidak hanya mengancam wilayah sekitar kawah, tetapi juga bisa membawa partikel halus dan abu vulkanik hingga jauh ke atmosfer, yang dapat mengganggu penerbangan dan aktivitas manusia.

Selain potensi ledakan, pertemuan lava dan salju juga dapat memicu terbentuknya lahar.

Lahar adalah campuran air, lumpur, batu, dan material vulkanik lainnya yang mengalir dengan kecepatan tinggi menuruni lereng gunung.

Proses terbentuknya lahar dimulai dari mencairnya salju oleh panas lava, yang kemudian bercampur dengan abu vulkanik dan batuan yang terbawa oleh aliran tersebut.

Lahar sangat berbahaya karena bisa meluncur dengan kecepatan puluhan kilometer per jam dan menghancurkan apapun di jalurnya, termasuk pemukiman, jembatan, dan lahan pertanian.

Fenomena ini umum terjadi di daerah yang memiliki gunung berapi aktif dan tertutup salju, seperti di Islandia, Alaska, atau Andes di Amerika Selatan.

Di Islandia, misalnya, pertemuan antara lava dan gletser (es abadi) telah menyebabkan letusan-letusan eksplosif yang sangat kuat.

Salah satu contohnya adalah letusan gunung berapi Eyjafjallajökull pada tahun 2010 yang sempat menghentikan lalu lintas udara di Eropa akibat abu vulkanik yang tersebar luas.

Peristiwa ini menunjukkan betapa kuat dan tidak terduganya alam ketika dua elemen ekstrem bertemu.

Selain memikat para ilmuwan untuk mempelajari dinamika geologisnya, pertemuan lava dan salju juga menjadi pengingat bahwa alam memiliki kekuatan luar biasa yang harus dihormati dan diwaspadai.

Upaya pemantauan dan mitigasi bahaya letusan gunung berapi harus terus ditingkatkan, terutama di wilayah-wilayah yang rawan akan kombinasi lava dan salju demi keselamatan manusia dan lingkungan sekitar.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan