Tujuh Program Berkelanjutan Tetap Menjadi Prioritas Pembahasan RPJMD

Bupati sedang membuka RPJMD (foto-muk)--
5. GERTAS (Gerakan Tanam Sayur)
6. GERBANG TOBARU Pengembangan Tanaman (Gerakan Obat, Rempah-rempah dan Umbi)
7. PULAWAN BUWEH (Kampung Buah)
8. GEMAR TUGAS (Gerakan Memelihara Ternak Unggas)
9. GERBANG PERAK (Gerakan Pengembangan Perikanan Rakyat)
10. GORONG (Gerakan Gotong Royong)
11. PRO RAKYAT (Program Optimalisasi Rumah Masyarakat)
12. GPS (Gerakan Peduli Sampah)
"Seluruh kepala Perangkat Daerah harus segera menyelaraskan program pada Perangkat Daerah masing-masing untuk mendukung & Prioritas dan 12 Gerakan secara nyata, efektif dan efisien.
Beberapa hal yang akan menjadi prioritas untuk segera kita laksanakan antara lain membuka akses yang sangat dibutuhkan masyarakat seperti Jembatan Tanah Kering Pulau Rimau, dan penyelesaian jembatan Rantau Bayur yang akan menghubungkan wilayah Kabupaten Banyuasin dan Kabupaten Muara Enim serta beberapa jalan poros antar kecamatan yang akan menjadi prioritas kita lima tahun ke depan", imbuhnya.
Bupati H.Askolani menambahkan Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuasin berkomitmen untuk mendukung berbagai program Prioritas Provinsi Sumatera Selatan, Program strategis nasional, termasuk ketahanan pangan, kemandirian energi, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta penguatan pertahanan dan keamanan nasional.
Dengan sinergi yang kuat antara pusat dan daerah, kita berharap pembangunan yang kita jalankan dapat lebih efektif dan membawa manfaat besar bagi masyarakat.
"Kemiskinan sudah berada di angka 1 digit, pada tahun 2023 di angka 9,34 persen dan tahun 2024 kembali menurun menjadi 9,31 persen. Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Banyuasin menguat pada tahun 2024 sebesar 5,14 persen.
Tingkat Pengangguran Kabupaten Banyuasin Tahun Terbuka 2024 sebesar 3,24 Persen, pencapaian pada Indikator Indeks Pembangunan Manusia, Kabupaten Banyuasin cukup meningkat meski masih berada di bawah capaian provinsi yaitu diangka 73,84 sedangkan Kabupaten Banyuasin 71,55.
Pada tahun 2024, Kabupaten Banyuasin berhasil meningkatkan produksi gabah kering giling (GKG) menjadi 958.324 ton, naik dari 920.413 ton pada tahun 2023. Peningkatan ini menempatkan Banyuasin sebagai penghasil gabah terbesar ketiga di Indonesia, naik satu peringkat dari posisi keempat pada tahun sebelumnya," Pungkasnya.